Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Rumahku Surgaku’ Category

 

Iklan

Read Full Post »

Beberapa waktu yang lalu redaksi mendapat email dari seorang teman dari jakarta yang isinya dibawah ini………….. 

***********  

Dua hari yang lalu seorang teman menawarkan sebuah buku, yang sebelumnya sering tergeletak di sekitarku, dengan sebentuk kalimat yang cukup membuatku penasaran dengan isi buku itu, ”Ga, coba baca buku ini. Aku mau tau komentar kamu, karena beberapa orang yang sudah baca buku ini menjadi ”ilfeel” sama laki-laki”. Hm, semoga aja sebuah bacaan yang ringan, yang tidak membutuhkan lots of energy, karena lebih baik istirahat dari segala macam kepenatan untuk beberapa hari ini.

…kutipan 1…

Saat cinta berpaling

Dan hati menjelma serpihan-serpihan kecil

Saat prahara terjadi

Saat ujian demi ujian-Nya terasa terlalu besar untuk ditanggung sendiri

Kemanakah seorang istri harus mencari kekuatan

Agar hati mampu terus betasbih?

(Asma Nadia) (lebih…)

Read Full Post »

eramuslim – Adi dan Ilham sedang bermain bersama. Tiba-tiba seorang anak lain ikut nimbrung dan memicu pertengkaran. Lalu sekonyong-konyong kata-kata yang berkonotasi penghuni kebun binatang dan mengejek berlompatan keluar dari mulut mereka. Bu Irma segera tergopoh-gopoh menengahi pertengkaran anak asuhnya. Hal seperti ini bukan pertama kali terjadi di sekolah bu Irma. Taman bermain yang mencantumkan label Islam di depan namanya itu ternyata tidak menjamin anak didiknya akan selalu bertingkah-laku dan berkata sopan.

Demikian juga anak-anak kita. Terkadang para orang tua terkaget-kaget mendengar kata-kata baru yang tiba-tiba diucapkan anaknya. Para orang tua akan berpikir keras kira-kira dari mana anak mereka belajar kata-kata tersebut.

Kenyataannya, kita tidak bisa menciptakan lingkungan yang sempurna. Lingkungan yang steril dari kata-kata yang buruk, kasar, atau tidak sopan. Coba perhatikan, anak-anak bisa saja mendapatkan kata-kata barunya dari mana saja. Dari obrolan orang dewasa, dari anak-anak yang lebih tua, dari televisi dan dari teman-temannya. (lebih…)

Read Full Post »

eramuslim – Saya baru saja direcoki curahan hati seorang kawan. Ya, kawan lama yang kerap berbagi duka maupun suka, sebagai siklus kehidupan yang penuh misteri, dibalut kekalutan dan ketidakberdayaan. Demikianlah inti curahan hati kawan yang mengalir dari mulut yang tampak sekilas didera kekecewaan.

* * *
Pasalnya, suatu ketika sahabat saya itu mencoba mengutarakan rasa cinta manusiawinya terhadap seorang wanita yang menurutnya anggun, pandai menjaga diri, tegas, dewasa dan tentu komitmen agamanya yang menawan. Pokoknya ia pas di kalbu. Itulah prolog uneg-uneg sahabatku yang menjadikan saya dipenasarankan.

* * *

Sahabatku bertutur, ketimbang memendam rasa yang menyeret-nyeret ke lautan fitnah yang lebih jauh, fitnah hati yang membelunggu dan terawang lamunan yang mengangkangi hari-harinya, maka dia pun menggoreskan pena di atas kertas, untuk menyampaikan rasa cinta yang tulus ini, yaitu meminangnya sebagai calon isteri tercinta di kemudian hari.

* * *

Dan kini, curahan hati sahabatku telah dituangkan dalam bentuk tulisan dan telah berada di tangan si empunya, calon isteri idamannya. Kendati demikian, ia pun sodorkan salinan secarik surat itu ke tangan saya, dan kubaca lalu isinya adalah, (lebih…)

Read Full Post »

“Dear Mentari… aku tahu tiap hariku tak kan lewat tanpa sinarmu. Pun kini rasanya namamu telah mengisi ruang-ruang hati. Ada sepucuk harapan yang kadang timbul lalu pergi, bahwa diri ini selalu mencari kapan waktunya tiba untuk menjemputmu turun, ke sini”.

Ummi,
Tahukah kamu, bahwa kalimat-kalimat di atas telah terukir dalam dadaku semenjak aku belum mendapatkanmu. Walau sederhana, namun ia mewakili hasrat hatiku untuk mendapatkan seorang mentari, seperti dirimu.

Ummi,
Tak terhitung ucap syukurku saat Dia membawamu ke hadapanku, saat itu. Saat kamu berkenan untuk membagi hidupmu denganku, saat kamu menyambut tawaranku untuk meminangmu, saat ikrar itu kulantunkan dan mulai detik itu kamu kan menghabiskan hari denganku, saat itu.
(lebih…)

Read Full Post »

eramuslim – Siang itu Nadia minta waktu untuk konsultasi kepada guru ngajinya. Kepada Mbak Fida, begitu ia biasa memanggil guru ngajinya itu Nadia mulai mengadukan permasalahannya, bahwa sampai saat ini ia belum bisa sepenuhnya ‘cinta’ kepada Ahmad, suami yang baru menikahinya dua bulan lalu.

“Memangnya ada apa dengan Ahmad, Nad?”, hati-hati Mbak Fida bertanya. Maka meluncurlah dari mulut Nadia, “Ya sebenarnya Mas Ahmad itu baik, tapi ada sesuatu yang bagi saya kurang, mbak. Mestinya seorang aktifis pengajian itu hidupnya teratur, tertib, nggak pernah ketinggalan sholat jama’ah di masjid, nggak absen sholat lail, tilawahnya 1 juz setiap hari, selalu bersikap lembut kepada istri, sabar, rapi, bisa jadi teman diskusi dan curhat istri, sempat ngajarin istri, nggak suka nonton tivi, bisa ngambil hati mertua, begitu kan mbak?” (lebih…)

Read Full Post »

eramuslim – “Ayah…, sakit!!!” teriaknya sambil mencoba berontak ketika sebuah alat dimasukkan ke dalam lubang telinganya. Namun dengan sigap sepasang tangan memeluknya erat. Tangan itu kokoh dan kuat, terlihat dari urat-urat yang menonjol jelas. Anak kecil itu kembali meronta kesakitan, namun apalah arti tenaganya dibandingkan dengan sepasang tangan mantan pemain rugby tersebut.

Lelaki itu memang terlihat tegar sambil memangku dan mendekap anaknya. Perawakan tinggi besar dan kulitnya yang hitam semakin menampilkan sosok yang sangar. Penampilannya kian sempurna dengan sikap keras yang ia tunjukkan terhadap anak-anaknya. Ancaman lecutan kayu ecil, ataupun hardikan bernada marah adalah suatu hal yang biasa terlontarkan.

Namun tak urung teriakan kesakitan dari buah hatinya itu menciptakan riak kecil di telaga matanya yang tajam. Jeritan seorang anak laki-laki yang biasanya bergerak lincah, namun sekarang terlihat menderita. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »